# 6 Tingkatan Sabuk Karate #


( Indonesia )
Sabuk karate menandakan tingkatan bagi seorang karateka (pemain karate). Ketika seseorang menggunakan sabuk karate dengan warna tertentu, orang yang mengerti pasti memahami warna sabuk karate tersebut memiliki filosofi dan fungsi tertentu dalam dunia karate dan menjadi indikator bagi para senpai atau guru dalam memberikan materi pelajaran.
Meskipun orang menggunakan sabuk putih, bukan berarti orang tersebut memiliki pengalaman yang sedikit. Akan tetapi digunakan sebagai identitas dia dalam belajaran bela diri karate.

Selain warna putih dan hitam yang menunjukkan tingkatan sabuk karate paling rendah dan tinggi, ada juga warna kuning, hijau, biru, dan coklat. Beberapa warna sabuk ini yang umum digunakan dalam sekolah karate meskipun masih banyak lagi warna yang digunakan dalam aliran karate yang lain

Tingkatan Sabuk Karate

schneeblog.com


Bela diri karate ada tiga tingkatan, yaitu pemula, menengah, dan mahir. Untuk pemula ditandai dengan sabuk putih dan kuning, menengah adalah sabuk hijau, biru, dan cokelat, sedangakan sabuk warna hitam menunjukkan karateka pada tingkat mahir.

1. Sabuk Putih (Shirobi)

soobahkdo.biz

Sabuk putih merupakan tingkatan paling dasar dari bela diri karate. Wara putih melambangkan kesucian dan kemurnian. Kesucian dan kemurnian yang dimasud disini adalah kondisi dasar dari siswa krate untuk menerima dan mengolah hasil latihan dari para guru atau senpai.
Maksudnya adalah, perkembangan siswa karate tergantung dari materi yang telah diberikan oleh senpai. Setelah senpai memerikan materi kepada siswa sesuai dengan standar, perkembangan kemampuan berada di individu masing-masing, tinggal seberapa serius siswa berlatih dan menguasai pelajaran yang diberikan.

2. Sabuk Kuning (Kirodi)

zanshinmartialarts.com.au

Sabuk kuning merupakan tingkatan kedua dalam beladiri karate. Dalam tingkatan sabuk karate, warna kuning melambangkan warna matahari.
Warna matahari yang kuning dan cerah diibaratkan seorang karateka pemain karate sedang melihat “hari biru” yang cerah, dimana dia telah memahami semangat karate yang berkembang dalam kepribadian dan juga teknik yang telah dipelajari.
Sabuk kuning juga merupakan tingkatan sabuk pemula terakhir, dimana siswa yang masih dalam tingkatan sabuk karate pemula masih memepelajari gerakan-gerakan dasar.


Siswa yang telah melewati tingktatan sabuk karate ini selanjutnya akan mempelajari tehnik-tehnik karate yang lebih rumit, bahkan sudah diizinkan untuk mengikuti turnamen tingkat dasar.

3. Sabuk Hijau (Modoriobi)

fujisports.com

Tingkat sabuk hijau merupakan tinkatan karate yang sudah mempelajari tehnik-tehnik yang rumit dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Warna hijau pada sabuk karate mepresentasikan warna rumput dan pepohonan.

Pemegang sabuk hijau harus sudah mampu memahami dan menggal lebih dalam segala sesuatu yang berkaitan dengan karate, seiring dengan bertambahnya semangat dan tehnik karate yang sudah dikuasai.
Sifat warna hijau pada sabuk ini menggambarkan pertumbuhan dan harmoni, dimana seorang karatekan dituntut untuk bisa memberikan harmoni dan keseimbangan bagi lingkungan.

4. Sabuk Biru (Aiobi)

flickr.com

Warna biru pada sabuk karate ini menggambarkan samudra dan langit. Pengambilan  samudra dan langit sebagai makna warna sabuk ini diharpkan seorang karatekan memiliki semangat luas seperti angkasa dan sedalam samudra.
Karatekan sudah harus berani menghadapi segala tantangan dan rintangan untuk mengeksplor lagi skill yang dimiliki dan harus mampu menganggap bahwa latihan berat yang dilakukan merupakan kegiatan yang menyenagkan untuk mendapatkan manfaat yang banyak.
Dalam tingkatan ini, karatekan juga harus mampu mengontrol emosi dan disiplin dalam segala aspek kehidupannya.

5. Sabuk Coklat (Chaobi)

eastcoatwado.co

Tingkatan sabuk karate yang ke-5 adalah sabuk coklat atau chaobi. Warna coklat pada warna sabuk ini melambangkan warna tanah, dimana tanah memiliki sifat stabil dan berbobot.
Seorang karateka yang sudah berda pada tingkatan ini, dari tingkatan kyu 2 sampai kyu 1 harus mampu memberikan kestabilan sikap dibanding dengan pemegang sabuk yang ada di bawahnya, serta harus mampu melindungi junior-juniornya.
Karakter tanah yang dekat dengan bumi juga mencerminkan sikap menjejah bumi (down to earth) dan rendah hati kepada sesama.

6. Sabuk Hitam (Kuroobi/DAN)

youtube.com

Warna hitam yang menjadi warna untuk tingkatan sabuk karate tertinggi melambangkan keteguhan dan sikap percaya diri didasari oleh nilai kebaikan yang universal.
Tingkatan sabuk ini sangat diidam-idamkan oleh para karatekan. Namun, dibalik semua kewibawahan dan prestasi pemegang sabuk ini, ada segudang tanggung jawab yang harus diemban.
Pemegang sabuk hitam mulai dari Dan 1 sampai seterusnya, sebenarnya baru memasuki tahap awal untuk mendalami bela diri karate yang lebih dalam. Teknik dan makna hakiki dari kebaikan karate harus benar-benar dikuasa oleh karatekan yang memegang sabuk ini.


English )

Karate belts signify the level for a karateka (karate player). When someone uses a karate belt with a certain color, people who understand must understand the color of the karate belt has a certain philosophy and function in the world of karate and becomes an indicator for senpai or teachers in providing subject matter.
Even though people use white belts, it doesn't mean that people have little experience. However, it is used as her identity in karate martial arts lessons.

In addition to the white and black colors that indicate the lowest and highest karate belt levels, there are also yellow, green, blue, and brown colors. Some of these belt colors are commonly used in karate schools although many more colors are used in other karate styles

Karate Belt Levels1. White Belt (Shirobi) 2. Yellow Belt (Kirodi) 3. Green Belt (Modoriobi) 4. Blue Belt (Aiobi) 5. Brown Belt (Chaobi) 6. Black Belt (Kuroobi / DAN)

Karateschneeblog.com Belt Rankings

There are three levels of karate self defense, beginner, intermediate and proficient. For beginners marked with a white and yellow belt, the middle is a green, blue and brown belt, while the black belt shows karateka at an advanced level.

1. White Belt (Shirobi)

The white belt is the most basic level of karate martial arts. White wara symbolizes purity and purity. Purity and purity included here are the basic conditions of the krate students to receive and process the results of the exercises from the teachers or senpai.

The point is, the development of karate students depends on the material given by the senpai. After senpai describes the material to students according to the standards, the development of the ability to be in each individual, just how serious students practice and master the lessons given.

2. Yellow Belt (Kirodi)

Yellow belt is the second level in karate martial arts. In the level of the karate belt, yellow symbolizes the color of the sun.

The yellow and bright color of the sun is likened to a karateka karate player who is seeing a bright "blue day", where he has understood the spirit of karate that develops in his personality and also the techniques he has learned.

The yellow belt is also the last beginner belt level, where students who are still in the beginner karate belt level still learn basic movements.

Students who have passed this level of karate belt will then learn more complex karate techniques, even being allowed to take part in a basic level tournament.

3. Green Belt (Modoriobi)

The level of the green belt is a level of karate who has learned complex techniques and requires high concentration. The green color on the karate belt represents the color of grass and trees.

Green belt holders must be able to understand and dig deeper into everything related to karate, along with the increasing enthusiasm and techniques of karate that have been mastered.

The green color on this belt illustrates growth and harmony, where a karatekan is required to be able to provide harmony and balance to the environment.


4. Blue Belt (Aiobi) 

The blue color in this karate belt depicts the ocean and sky. Taking the ocean and sky as the meaning of the color of the belt is expected that a karatekan has a broad spirit like the sky and as deep as the ocean.

Karatekan must have the courage to face all the challenges and obstacles to explore more skills possessed and must be able to assume that the weight training carried out is an exciting activity to get a lot of benefits.

At this level, karatekan must also be able to control emotions and discipline in all aspects of his life.


5. Brown Belt (Chaobi) 

The 5th level of karate belt is the brown or chaobi belt. The brown color on this belt symbolizes the color of the soil, where the soil has a stable and weighty nature.

A karateka who is already at this level, from the level of Kyu 2 to Kyu 1 must be able to provide a stable attitude compared to the belt holder below, and must be able to protect his juniors.

The character of the land that is close to the earth also reflects the attitude of keeping the earth (down to earth) and humility towards others.

6. Black Belt (Kuroobi / DAN)

The black color which is the color for the highest level of karate belt symbolizes determination and self-confidence based on the value of universal goodness.

This belt level is coveted by the karatekan. However, behind all the authority and achievements of this belt holder, there are a myriad of responsibilities that must be assumed.

Holders of the black belt from Dan 1 onwards, actually just entering the initial stage to explore deeper karate martial arts. The techniques and intrinsic meaning of the goodness of karate must be truly ruled by karatekan who holds this belt.
Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Post Terkait :
KARATE