# sejarah,beladiri,Shaolin,Kung Fu,Prat 2 #


( Indonesia )

Dinasti Selatan dan Utara (420–589 M) Sunting Kuil Shaolin didirikan

Bodhidharma secara tradisional dianggap sebagai penyampai ajaran Buddha Chan ke Tiongkok, dan dianggap sebagai patriark Tiongkok pertamanya.  Menurut legenda Tiongkok, ia juga memulai pelatihan fisik para biksu di Biara Shaolin yang mengarah pada penciptaan kung fu Shaolin. Di Jepang, dia dikenal sebagai Daruma.

Pada tahun 495 M, kuil Shaolin dibangun di antara pegunungan Song di provinsi Henan. Biksu pertama yang mendakwahkan agama Buddha di sana adalah biksu India bernama Buddhabhadra (佛陀 跋陀罗; Fótuóbátuóluó), yang disebut Batuo (跋陀) oleh orang Cina. Ada catatan sejarah bahwa murid Cina


pertama Batuo, Huiguang (慧光) dan Sengchou (僧 稠), keduanya memiliki keterampilan bela diri yang luar biasa. Misalnya, keahlian Sengchou dengan

tongkat timah bahkan didokumentasikan dalam kanon Buddha Tiongkok. Setelah Buddhabadra, biksu Bodhidharma (菩提 达摩; Pútídámó), digambarkan sebagai Asia

Tengah atau Asia Selatan (India)  dan hanya disebut Damo (达摩) oleh orang Cina, datang ke Shaolin pada tahun 527 M. Murid China-nya, Huike (慧 可), juga ahli seni bela diri

 yang sangat terlatih. Ada petunjuk bahwa tiga biksu Shaolin Tiongkok pertama, Huiguang, Sengchou, dan Huike, mungkin adalah orang militer sebelum memasuki kehidupan monastik.

English ) 

Southern and Northern Dynasties (420–589 AD) Shaolin Temple founded

Bodhidharma is traditionally considered to be the importer of Chan Buddhism to China, and is considered to be China's first patriarch. According to Chinese legend, he also started the physical training of the monks at the Shaolin Monastery which led to the creation of Shaolin kung fu. In Japan, he is known as Daruma.

In 495 AD, the Shaolin temple was built among the Song mountains in Henan province. The first monk to preach Buddhism there was an Indian monk named Buddhabhadra (佛陀 跋陀罗; Fótuóbátuóluó), who was called Batuo (跋陀) by the Chinese. There are historical records that Chinese pupils

first Batuo, Huiguang (慧光) and Sengchou (僧 稠), both of whom possess extraordinary martial skills. For example, Sengchou's expertise with

tin sticks are even documented in the Chinese Buddhist canon. After Buddhabadra, the monk Bodhidharma (菩提 达摩; Pútídámó), described as Asian

Central or South Asia (India) and simply called Damo (达摩) by the Chinese, came to Shaolin in 527 AD Its Chinese student, Huike (慧 可), was also a martial arts expert

highly trained. There are hints that the first three Chinese Shaolin monks, Huiguang, Sengchou, and Huike, may have been military men before entering monastic life.
LihatTutup Komentar