# Sejarah,Bela,Diri,tinju: #



( Indonesia )

Menurut sejarahnya, tinju sudah ada dan dipopulerkan di Romawi, Yunani, dan Mesir. Akan tetapi, ada yang menyebutkan bahwa tinju pertama kali adalah 

pertandingan melawan Abel dan sudah ada catatan pertandingan-pertandingan tinju di dalam Kitab Mahabarata. Selain itu, pada 1619 SM di Pulau Kreta, Laut Tengah, rakyat setempat mengenal olahraga tinju. Selain itu, di Tiongkok olahraga tinju sudah dikenal pada 1600 SM

Berdasarkan puisi Iliad karya Homer, pertandingan olahraga tinju sudah ada di Yunani pada abad ke 8 SM sebagai olahraga kuno yang dilaksanakan dalam berbagai konteks sosial Yunani. Akan tetapi, sejarah 

mengenai tinju Yunani Kuno hanya sebagai legenda saja karena sumbernya tidak lengkap. Walaupun begitu, olahraga tinju ini merupakan salah satu bagian dari kebudayaan atletik Yunani Kuno pada zaman klasik awal yang menggunakan sarung tangan. 

Seiring dengan perkembangannya, sekitar 500 SM sarung tangan ini (disebut juga himantes) di gunakan sebagai pelindung buku jari dan tangan yang terbuat dari tali kulit lembu dengan panjang sekitar 3-3,7 m yang mengelilingi tangan dan buku jari. 

Petinju pertama yang terkenal adalah Theagenes yang berasal dari Thasos, Yunani. la menjuarai pertandingan Olympic Games tahun 450 Masehi. Theagenes selama kariernya telah melakukan 1.406 kali pertandingan. 

Selama pertandingan, Theagenes menggunakan sarung tangan besi (cestus) yang mengakibatkan banyak korban, bahkan lawan bermainnya banyak yang meninggal karena sarung tangan besinya. 

Di Inggris, pertandingan tinju baru dikenal pada abad ke-18 yang diperkenalkan oleh Jamea Free. Pada tahun 1730, ia menjadi juara pertama dalam pertandingan tinju.

 Kemudian pada tahun 1743, meskipun tinju merupakan hiburan yang sudah terkenal berabad-abad, tapi karena banyak korban ketika pertandingan tinju, maka 

seorang petinju terkenal dari Britania bernama James Ping atau James Broughton memperkenalkan sarung tinju yang terbuat dari bahan yang aman. Dia adalah petinju pertama yang menggunakan sarung tinju. Sarung tinju ini dicantumkan di 

dalam peraturan tinju dan diperkenalkan pada 10 Agustus 1743. Dengan begitu, berkat James Ping ini, olahraga tinju dapat dipertandingkan dengan aman dan menjadi tontonan yang aman juga.





( English ) 

Historically, boxing has existed and was popularized in Rome, Greece, and Egypt. However, some say that boxing was the first match against Abel and there have been records of boxing matches in the Mahabharata. In addition, in 1619 BC on the island of Crete, the Mediterranean Sea, local people were familiar with boxing. In addition, in China boxing sport was known in 1600 BC

Based on Homer's Iliad poem, boxing competition had existed in Greece in the 8th century BC as an ancient sport carried out in various Greek social contexts. However, the history of Ancient Greek boxing is only a legend because the source is incomplete. Even so, this boxing sport was one part of the ancient Greek athletic culture in early classical times that used gloves.

Along with its development, around 500 BC these gloves (also called himantes) were used as knuckles and hand protectors made of ox leather strap with a length of about 3-3.7 m surrounding the hands and knuckles.

The first famous boxer is Theagenes from Thasos, Greece. He won the Olympic Games in 450 AD. Theagenes during his career has made 1,406 matches.

During the match, Theagenes used an iron glove (cestus) which resulted in many victims, even many of his playmates died because of his iron gloves.

In England, new boxing matches were known in the 18th century introduced by Jamea Free. In 1730, he became the first champion in a boxing match. Then in 1743, even though boxing was a popular entertainment for centuries, but because there were many victims during the boxing match,

a famous boxer from Britain named James Ping or James Broughton introduces boxing gloves made of safe material. He is the first boxer to use boxing gloves. These boxing gloves are listed in

in the rules of boxing and was introduced on August 10, 1743. That way, thanks to James Ping, boxing can be played safely and be a safe spectacle too.

LihatTutup Komentar